Rabu, 27 Juli 2011

Relationship

Bagaimanapun saya menyadari bahwa siapapun ( mau itu artis ,anak pejabat ,orang biasa ataupun anak presiden ) yang menjalin sebuah relationship pasti pernah mengalami masalah dalam hubungan mereka. Begitu pula saya dan dia.
Saya baru menyadari 8bulan bukan waktu yang cukup lama untuk bisa saling beradaptasi satu sama yang lain ,walaupun secara tidak langsung kami sudah cukup lama mengenal satu sama lain. Terkadang saya tak mengerti apa yang dia inginkan atau terkadang dia tak mengerti apa yang saya inginkan.

Seperti hari ini ,saya merasa dia tidak mengerti saya sama sekali.
Masalah demi masalah hilir menghantui sepanjang hari saya. Entah karena saya kurang memberi sesajen karena mereka (masalah-red) terus menghantui saya atau karena saya terlalu tergesa-gesa menghadapinya.
Pagi ini dimulai dengan rutinitas biasa bangun pagi tidak terlalu terlambat ,gosok gigi cuci muka ,sembari menunggu secangkir cappucino buatan mama yang selalu ada saat saya dirumah ,saya mencoba mengecek email yang masuk berharap ada kabar baik dari pembimbing proposal saya seperti yang dijanjikannya kemarin malam. Ketika email saya terbuka '1email belum dibaca' begitu mata saya menangkap tulisan dilayar leptop saya membukanya dengan tidak sabar ,lalu membacanya dengan ( sangat dan teramat pelan ,takut ada yang terlewatkan ) ;

"Dyah sayang ,maav ya saya terpaksa harus mencarikan pengganti saya untuk membantumu menyelesaikan proposal karena saya positif akan melanjutkan studi s2. Saya mohon dengan sangat pengertiannya ,saya akan tetap bertanggung jawab untuk mencarikan pengganti saya sampai pertengahan Agustus ,insyaallah saya akan mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik daripada saya untuk kamu. Kalaupun ada kesulitan dalam proposal kamu bisa menghubungi saya ,saya dengan senang hati akan tetap membantu sebisa saya. Sekali lagi saya minta maav dan mohon pengertiannya."


Begitulah sebuah permohonan maav dan sebuah janji.
Miris rasanya.
Sesaat saya merasa jatuh dari langit dan terhempas begitu saja ke bumi.Bingung ,mendadak kepala pusing saya memutuskan untuk mandi berharap air bisa mendinginkan kepala saya.

Pukul menunjukan jam8 lewat ,tak ada sebuah pesan baru dihandphone yang saya harapkan seperti biasanya ,saya kembali mengaktifkan akun pertemanan saya. Terkejut pasti ketika sebuah nama yang tidak asing untuk saya sedang berada dalam obrolan dunia maya. Marah pasti ,dengan rasa sebal saya mengirim sebuah pesan singkat bernada ketus "gag ada ucapan selamat pagi ni?? ,sesibuk itu ya??yaudah selamat pagi aja.". Begitulah saya tanpa pikir panjang dan tanpa basa-basi. Dering handphone berbunyi ,agak lama saya mengangkatnya ( baca; sengaja ) dari sana terdengar sebuah suara penjelasan. Tak mau kalah ,dengan nada bicara  malas saya menjawab alakadarnya. Dari sebrang terdengar nada bicara mulai tinggi ,sampai akhirnya komunikasi terputus.

"Ntar kalo udah gag malas ge sms ntar aku telfon aja.." ,saya membaca pesan singkat darinya. Berfikir-fikir sampai memutuskan untuk tidak membalasnya. Beranjak siang saya mencoba mengirim sebuah pesan singkat ,tapi lagi-lagi hanya jawaban-jawaban yang standart dan pada akhirnya tidak ada balasan kembali. Sorenya masih sama seperti tadi tapi dia yang mengawali sebuah percakapan yang pada akhirnya saya kembali harus menangis dalam hati ketika membaca balasan yang begitu ketus.  Begitu seterusnya hingga malam hari tidak ada kabar dan saya yang memutuskan untuk memulainya terlebih dulu ,tapi tak ada sedikitpun kata menyesal dari balsan pesan-pesan singkatnya sampai dia kembali menghubungi saya via telefon. Dan percakapan-percakapan ketus kembali terjadi.

Begitulah dia yang selalu beralasan 'tidak tahu bila saya tidak memberi tahu' ,alasan yang saya sebenarnya sudah capek untuk mendengarnya ,padahal paling tidak saya sudah memberi tahu kemarin malam dan tadi pagi lewat pesan singkat dan pada akhirnya dia menyesal.

Inilah persamaan saya dan dia ,kami sama-sama egois ,sama-sama ingin dimengerti tapi tidak bisa mengerti satu sama lain. Bedanya saya tahu apa yang dia mau ( meskipun terkadang saya tidak menuruti apa yang dia mau ,karena saya masih egois ) tapi dia tidak akan tahu apa yang saya mau  kalau saya TIDAK memberitahunya terlebih dahulu.Tragis ...
Sampai selarut malam ini saya masih diam dan berfikir ,mencoba merenungkan relationship yang kami jalani, Rasanya seperti bertepuk sebelah tangan ,ketika kita berusaha bersusah payah untuk mengerti pasangan kita tapi sebaliknya pasangan kita tidak mencoba untuk mengerti kita. Ketika saya sedang dalam kesulitan sebesar apapun itu ( seperti saat ini-red ) ,dia yang tetap saya inginkan untuk berada disamping saya membisikan kalimat-kalimat yang saya harapkan. Dan meskipun dia jauh berada dalam jangkauan saya setidaknya dia yang tetap saya cari untuk menghibur saya. Seperti kata-kata yang saya tulis dalam status akun pertemanan saya;


'The one thing you want to do is understand the people close to you. Pliss support them and show them that they can count on you.'

dan hari ini saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan ,tapi sekali lagi saya menggumam dalam hati 'Bagaimanapun dia saya tetap mencintainya!'

  

1 komentar:

  1. kunci hubugan yg awet tu slg komunikasi ndug,,,jgn mentingin ego masing2 hehehe

    BalasHapus