Malam ini tidak seperti malam-malam minggu yang sebelum-sebelumnya menghabiskan waktu bersama ibu saya , 'MOMSKY' saya biasa menyebutnya meninggalkan rutinitas kebanyakan malam minggu lainnya
( baca ; pergi dengan pacar atau dengan teman ) sedikit memaksanya karena beliau beralasan capek sehabis bepergian hari ini dan akhirnya berhasil menculiknya.
Dimulai dari warung steak kegemarannya ( Momsky-red ) berada di pinggir jalan yang dulu ketika saya masih duduk di sekolah dasar sangat sepi sekarang menjadi ramai akibat ulah para penjual makanan-makanan ,kami duduk berhadapan bersama dengan pembeli-pembeli yang lain yang ternyata secara tidak sengaja saya perhatikan mereka rata-rata berpasang-pasangan entah itu bersama teman ,saudara ,pacar atau mungkin selingkuhan.
Sepanjang kami menunggu makanan yang kami pesan ,Momsky bercerita tentang perjalanannya hari ini saat beliau berkunjung ke tempat saudara. Sepertinya semangatnya malam ini kembali muncul ketika beliau bercerita tentang kedatangannya yang katanya disambut sangat menyenangkan ( karena tiba disana sudah siap sajian istimewa ala kampung -ayam kampung ,nasi panas ,lalapan plus sambel super pedas ). Sayangnya karena hari ini ada kesalahan teknis pada organ bagian perut saya ,saya tidak dapat menemaninya bepergian padahal kepulangan saya minggu ini sebenarnya untuk itu.
Makananpun akhirnya datang kami mulai menikmati makanan yang kami pesan dengan selera masing-masing sambil mendengar beliau berkata
Momsky ( saya singkat M ) : Kemana Wimby ,lama gag kerumah dek??. ,hampir saja tersedak ketika menelan makanan tapi untungnya masih bisa dikendalikan.
Aku ( singkat A ) : Makasar. ,singkat jelas padat setidaknya beliau tahu kalau anaknya malas berbicara tentang topik sensitive ini. Tapi sayangnya beliau tak mengerti.
M : Loo .. kapan berangkat?? ,pantes kamu pulang gag keliatan!.
A : Rabu ,besok acara kemana?? ,sengaja mengalihkan topik.
M : Nyekar papa ,kangen sama papa ,kamu di rumah aja jaga rumah.Abis itu mau jalan ayook. Trus kapan pulangnya?.
A : Minggu kalo gag Senin.
M : Kirain berantem.
Astaga .. percakapan selanjutnya lebih susah dipercaya.
M : Kemarin om cerita katanya gini ,mudah-mudahan besok kalo Nisa (anaknya om-red ) udah besar bisa dapat calon pegawai negri.
A : wew ... ( dalam hati 'bahaya ni!' ).
M : Terus aku jawab kalo aku sekarang terserah anakku aja trauma sama yang dulu ,mau itu pegawai negri atau wiraswasta yang penting bagus buat masa depan dia ( yang dimaksud aku-red ) nyaman ,seneng.
A : manggut-manggut bingung.
M ; Sekolah dululah dek ,selesaiin dulu cita-citanya gag usah buru-buru ,belum tentu nikah muda bahagia ,gag usah dengar omongan orang yang penting kamu sama mama udah cukup.
A : ya.
M : Kalo masalah calon difikir nanti ,kalo ada yang mau tunggu ya suruh aja tunggu sampai kuliah selesai ,gag usah bingung jodoh pasti datang kapan aja.
A : Garuk-garuk kepala.
Sehabis makan dengan menu nasehat dari ibu untuk anak gadisnya ,perjalanan dilanjutkan ke Department Store ( boleh sebut merk gag ya?? ). Liad baju-baju menjelang lebaran ,sedikit merayu minta dibelikan tetapi hanya diberi janji nanti dan nanti padahal baru menerima gaji ke-13 ,sial. Menghampiri deretan-deretan sandal dan sepatu cantik dan saya benar-benar tergiur tapi sayang saya sedang tidak ada uang untuk membelinya dan akhirnya justru Momsky yang membeli sepasang sendal padahal tadi siang beliau sudah membeli sepasang sendal di central kerajinan kulit langganannya ( baca; mupeng ) ,kemudian kami beranjak ke Toko Buku lantai atas ,mengitari rak-rak buku berjejer rapi ternyata beliau membeli sebuah buku resep kue kering yang saya fikir tidak ada gunanya mengingat beliau punya berpuluh-puluh resep makanan yang kadang bahkan tak tersentuh sama sekali kemudian membayarnya di kasir.
Saya lantas mengajaknya membeli es krim disebelah Toko Buku ,dan ternyata beliau memesan es krim juga kemudian bertanya kepada saya
Momsky : Apa itu dek?? ,sambil menunjuk ke arah kiri saya.
Aku : Oo .. serabi cimut.
Momsky : Enak gag ya dek??.
Aku : Lumayanlah ..
Momsky : Emang udah pernah??
Aku : Udah sama Mendho ( baca : keceplosan )
Momsky : Oo .. sama Wimby. coba yuk! ,sambil berjalan kearah penjual serabi meninggalkan saya yang termenung karena keceplosan tadi.
Akhirnya kami duduk di tempat yang disediakan ,sama seperti tempat yang dulu saya dan pacar pakai sekitar seminggu yang lalu sambil berfikir ternyata anak dan ibu sama saja hobi makan dan sebenarnya takut gemuk. Ketika kami sedang mengobrol tentang rasa serabi yang kata Momsky agak sedikit dipaksakan ,tiba-tiba datang seorang ibu-ibu yang ternyata teman arisan Momsky entah yang darimana menghampiri kami ,ikut duduk disamping Momsky mengaku sedang bersama saudaranya di Toko Muslim melihat Momsky dan memutuskan menghampiri kami,
Percakapan selanjutnya ..
Teman Momsky ( saya singkat TM ) : Ini bu anaknya yang kuliah di Solo?.
M : Ya ,ini ,sambil tersenyum memndang saya.
TM : Cantiknya ,libur to??.
M : Gag ,Senin udah balik ke Solo masuk kuliah 3hari.
TM : Kalo punya anak cowok ,udah tak minta jadi calon mantu ya mbak. ,sambil ketawa.
A : Senyum ( untung gag punya anak cowok ).
Dan berlanjut ke percakapan ibu-ibu seperti biasanya yang saya tidak mengerti sama sekali.
22.00 malam ,kami memutuskan pulang meskipun akhirnya tidak pulang karena mampir ke alun-alun untuk membeli molen dan onde-onde serta sate tahu pesanan mbak ,masih berlanjut ke stadion yang saya fikir menyesal kenapa saya lewat sini karena jalannya yang ramai luar biasa sampai akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah. Di perjalanan dering handphone berbunyi 3x ,dan saya tahu siapa yang menghubungi saya ( sapa lagi kalo bukan pacar ) ,Momsky melihatnya dan menawarkan diri untuk memberikan pesan singkat ,mau tak mau saya menyetujuinya dan Momsky tertawa ketika membaca dengan keras pesan singkat balasan dari pacar.Fiuuuhh..
Menginjakkan kaki di rumah ,Momsky mendengar bunyi nasi goreng 'tok-tok' langganan mbak lebih tepatnya ,menawari saya apakah saya mau makan lagi atau tidak dan anehnya saya mengIYAkan dengan perasaan tidak berdosa ,lupa akan berat badan yang bertambah dari hari ke hari ,akhirnya memesan 1 nasi goreng pedas ,1 mie rebus dan kami makan bersama sambil menonton acara televisi sambil sesekali mengobrol.
Malam ini saya tersadar begitu banyak malam yang seharusnya saya bisa luangkan dengan beliau ,mendengarkan keluh kesahnya ,bertukar fikiran dan cerita ,beradu argumentasi dan masih banyak lagi. Andaikan keegoisan rutinitas masing-masing sedikit dihilangkan mungkin masih banyak lagi malam-malam seperti ini.
Mom ,thanks for your wishes ,love and support to me and i promise make you and dad proud me
i promise.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar