Sabtu, 13 Agustus 2011

me vs cooking


Hal yang paling menyebalkan ketika bersama pacar adalah ; ketika pacar memaksa saya untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat saya lakukan. Seperti memasak.

Memasak adalah hal yang paling mengerikan di bandingkan harus menghafal rumus kimia atau membersihkan kamar yang sudah hampir satu bulan tak tersentuh. Bagi saya memasak adalah pekerjaan paling rumit ,paling berbahaya ,paling menyebalkan dan tentu saja membuang waktu dan tenaga kita. Rumit karena kita harus mempersiapkan semuanya mulai dar bahan ,alat dan resep ,bahaya karena kita bisa terluka dengan beberapa peralatan di dapur ,menyebalkan karena harus menebak-nebak rasa masakan yang kita buat ,membuang waktu dan tenaga jelas karena kita harus butuh waktu dan tenaga dalam proses memasak.

Saya rasa ini sudah cukup menjadikan alasan saya mengapa saya tidak suka memasak. Di samping saya hanya tahu tiga rasa dalam makanan yaitu sangat enak ,enak dan tidak enak.

Saya pernah beberapa kali memasak ,udang goreng tepung lumayanlah rasanya untuk seorang pemula ,omelet berantakan yang keasinan karena yang buat minta di nikahi ,mie goreng acakadul ,dan yang terakhir kue nastar yang kata pacar rasanya lumayan.

Kalau begini sudah jelas pengalaman yang sangat limit membuat saya jadi takut ketika mendengar namanya saja. Saya sendiri sebenarnya orang yang simple ,tinggal keluar beli makanan yang enak kemudian di makan. Praktis tidak perlu takut sakit perut untuk mencoba sesuatu makanan.

Debut memasak saya sebenarnya di mulai dari ketika pacar meminta saya untuk memasakkan sesuatu untuknya tentu saja dengan paksaan dan sedikit ancaman ,mau tak mau saya mulai belajar memasak. Hanya berbekal NEKAD dan MASA BODOH dengan hasilnya ,saya beruntung punya Momsky yang sedikit mau membantu saya meskipun seharusnya dia bisa lebih banyak membantu saya. Mengingat Momsky memiliki usaha di bidang yang makanan ,dan seharusnya saya mewarisi bakat beliau tapi sayangnya sampai hari ini bakat itu belum terlihat.

Anggapan seorang perempuan di jaman sekarang yang sudah meluaslah yang semakin membuat saya malas untuk belajar memasak. Padahal kalau saya pikir secara logika perempuan memang seharusnya pandai dalam hal memasak. Meskipun tak jarang banyak laki-laki sekarang juga hobi ddan pandai memasak ,dan menurut saya laki-laki yang bisa memasak sangatlah seksi mengingat saya tidak pandai dalam memasak pasti saya sangat kagum. Dan tentu saja saya berharap pacar saya pandai memasak walaupun itu tidak mungkin terjadi.

Saya yang cukup kesulitan dalam hal mengusir rasa malas meskipun saya cukup yakin kalau saya bisa memasak walaupun tidak sepandai ibu saya ,lebih senang berfikir positif bahwa Everything has the right time ,sesuatu apapun itu pasti ada waktunya. Pasti ada waktunya saya untuk mau belajar memasak dengan sungguh-sungguh dan itu sudah pernah saya katakan pada pacar meskipun sampai saat ini dia masih memaksa saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar