Sabtu, 10 Desember 2011

ayah aku merindukanmu :'(

“pa ,aku mau itu!!”teriak gadis kecil berambut sebahu itu pada seorang laki-laki paruh baya di sampingku.

“ya ya ,papa belikan tapi harus diam” kata laki-laki itu sambil mengusap kepala gadis berusia lima sampai enam tahun.

Tak sengaja aku mendengar percakapan itu ,di sebuah toko. Aku tertegun melihatnya. Teringat beberapa tahun yang lalu ketika aku masih kecil. Hal yang sama yang pernah aku lakukan.

 “papa ,belikan itu!”
 “nanti ya ,tunggu mama datang ..”
 “gag mau!!!sekarang!”
“ya ya ,sini papa gendong cari mama dulu ya ,baru beli.”

“ayah ..” gumamku dalam hati. Tanpa sadar air mataku mulai menetes. Ku usap dengan terburu-buru ,aku tak ingin ada orang yang melihatnya.
***

Dua tahun lebih aku tak dapat melihat sosoknya ,mendengar suaranya yang dapat kurasakan hanyalah ketika aku memejamkan mataku dan menyebutkan namanya kemudian dia muncul dalam pikiranku. 
”Ahh .. bodohnya aku”teriakku dalam hati. Masih saja berat mengikhlaskannya. Masih saja menangis bila mengingatnya.
Satu-satunya laki-laki yang tak pernah menyakitiku sekecil apapun. Satu-satunya orang yang begitu sabar menghadapiku. Pria terhebat yang pernah kukenal.

“ayah …”kembali aku bergumam.

“andai kau disini..”kataku dengan suara lirih. Ku pejamkan mataku mencoba menahan air mata yang mulai membendung dikelopak mataku.

 “bolehkah aku menangis lagi …”kataku padanya seakan-akan dia berada di dekatku.

“bolehkah aku memelukmu ,aku rindu memelukmu. Bolehkah aku mencium tanganmu ,aku sudah lupa bau tanganmu ayah ..” kataku lirih.

“ayah ,lihatkah kau disana? Sekarang aku mempunyai rambut panjang ,berpenampilan seperti perempuan meskipun jarang memakai rok ,lihatkah kau? Bukankah ini yang kau inginkan? Bukankah ini yang ingin kau lihat??” teriakku memecahkan keheningan sore itu.

Ku pandangi langit sore itu ,mendung kelabu persis seperti suasana hatiku hari ini. Aku masih terus mengingat kenangan-kenangan indah sambil sesekali mengusap air mata yang ikut larut. Hujan mulai turun.
***
“hujan ..”kataku terbata-bata.

Ku biarkan air mataku jatuh membasahi ke dua pipiku. Sambil memejamkan mataku ,aku mencoba menyebutkan namanya dalam hatiku.

“yuk kita buat kapal-kapalan dari kertas ,hujan udah reda”ucapnya kepada kami ,aku dan ke dua kakak perempuanku. Aku yang paling kecil ,yang belum bisa membuat kapal-kapalan dari kertas hanya diam melihat mereka bertiga sedang berlomba membuat kapal-kapalan.

Kakak perempuan pertamaku yang paling cepat ,dia berlari keluar rumah sambil berteriak senang “kapalku sudah jalaaann!!!”teriaknya dari luar rumah. Dia memang yang paling jenius diantara kami.

“ini buat adek ..”ucapnya sambil tersenyum.

“sana keluar!”sambil memberikan pelukannya padaku. Sambil tertawa aku berlari mengejar ke dua kakak perempuanku ,menuju ke luar rumah.

“ayaaaah!!!”jeritku dalam hati.
 “lihatkah kau disana ,seperti apa aku sekarang?”teriakku sambil terisak-isak.
“aku tak ada artinya tanpamu ,aku tak akan bisa tanpa kau disampingku”ucapku lirih.

Ku usap air mataku perlahan. Ku hela nafas dalam ,mencoba memejamkan  mata dan kembali mengumamkan namanya dalam hati berharap dia datang entah dalam khayalan ato dalam mimpi.

“ayah ,,,”.


                                                                                                                                             

2 komentar:

  1. (,berpenampilan seperti perempuan) prasaan slama nie emank udah wanita bget dah....

    bagusssss bget tulisannya aku jadi sdkit terharu and jadi kangen am ortuq nie dirumah udah lama bget gak ketemu....

    hikksssss....

    BalasHapus