Selasa, 06 Desember 2011

Salah apa aku ini?


Otakku masih terus berputar sambil sesekali menarik – narik bibir bagian bawah dengan jari. “Salah apa aku ini?” ,tanyaku dalam hati. Tak ada angin tak ada hujan ,dia menghubungiku via handphone dengan nada keras tak seperti biasanya.

Kesal rasanya ketika mengingat kejadian malam kemarin. Tak tahukah dia bagaimana perasaanku sekarang ketika harus kembali mengingat kejadian semalam. Meskipun kata maav sudah terucap ,tapi entah kenapa kesal dan malas masih ada menghinggapi hati ini. Andai kau tak seperti itu ,mungkin tidak akan ada rasa malas yang ada justru rindu yang menggebu karena lama kita tak bertemu.

Malam ini di temani semilir angin dan lantunan musik ,aku masih mencoba kembali berfikir letak kesalahanku hari itu. Tapi sayangnya sampai jam menunjukkan pukul 23.12 aku masih tak mengerti apa kesalahanku.

Entahlah ,aku mulai menghela nafas panjang dan mengangkat bahu. Tanda aku menyerah memikirkannya. Ini hanya kesalahpahaman saja ,sepertinya kesadaranku mulai kembali. Sama-sama kurang mengerti ,kurang komunikasi dan mungkin masih banyak kurang-kurang yang lain. Mungkin ini memang harus terjadi ,agar kamu dan aku ,KITA belajar dari banyaknya kekurangan itu.

Ku lirik handphone di atas meja ,ku amati sejenak kemudian ku ambil. Segera ku pilih emot bergambar hug lantas ku kirim di kontak yang sering ku lihat. Tak selang berapa lama ,handphone di tanganku berbunyi nyaring . Jawaban yang sama terlihat di layar handphone yang ku pegang.  Senyumku mulai mengembang ,rasa malasku mulai luntur berganti dengan rasa rindu yang menyeruak.

Bunyi lagu Bruno Mars terdengar keras ,ku angkat handphone dan segera ku rapatkan di telinga. Terdengar suara lembut di seberang sana. Sama seperti hari biasanya berbeda dengan malam kemarin. Tak ad a lagi nada-nada keras dan kasar ,tak ada lagi pertanyaan-pertanyaan terkesan curiga. “ini baru kamu yang aku kenal ,bukan seperti malam kemarin” kataku dalam hati.  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar